Sunday, 29 September 2013

Ciri-ciri Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah

http://4.bp.blogspot.com/_gWMI57KDMrs/S8vUeGkmcxI/AAAAAAAADV4/eSG3-YorDsM/s1600/pp0144.jpg


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Sesiapa sahaja yang baru berkahwin akan mengharapkan keluarga yang baru dibina mendapat ketenangan (sakinah), cinta dan kasih sayang (mawaddah) dan belas kasihan (wa rahmah) sesama pasangannya.

Apa erti keluarga sakinah itu?

Dalam bahasa Arab, kata sakinah di dalamnya terkandung arti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Quran surah ar-Rum (30) ayat 21,"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaanNya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir."

"litaskunu ilaiha", yang maksudnya :" bahwa Allah SWT telah menciptakan jodoh bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain".Jadi keluarga sakinah itu adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.



Apa arti mawaddah wa rahmah?

Di dalam keluarga sakinah itu pasti akan muncul mawaddah dan rahmah (dalam surah ar-Rum ayat 21).

Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu kasih sayang pada lawan jenisnya (boleh dikatakan mawaddah ini adalah cinta yang didorong oleh kekuatan nafsu seseorang pada lawan jenisnya). Kerana itu, Setiap mahluk Allah kiranya diberikan sifat ini, mulia dari hewan sampai manusia. Mawaddah cinta yang lebih condong pada material seperti cinta kerana kecantikan, ketampanan, badan yang menggoda, cinta pada harta benda, dan lain sebagainya. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang ertinya cinta dan kasih sayang.

Wa ertinya dan,Sedangkan Rahmah (dari Allah SWT) yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki. (lihat : Kamus Arab, kitab ta’riifat, Hisnul Muslim (Perisai Muslim)

Jadi, Rahmah adalah jenis cinta kasih sayang yang lembut, siap berkorban untuk menafkahi dan melayani dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rahmah lebih condong pada sifat hati atau suasana batin yang terimplementasikan pada wujud kasih sayang, seperti cinta tulus, kasih sayang, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman. Sifat rahmah ini akan muncul manakala niat pertama saat melangsungkan pernikahan adalah kerana mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah SAW serta bertujuan hanya untuk mendapatkan redha Allah SWT.

Apa ciri-ciri keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu?

Ciri-ciri keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu antara lain:

Menurut hadis Nabi SAW, asas keluarga sakinah itu ada empat perkara :

Sabda Nabi SAW maksudnya : “ Empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni 1. Suami / isteri yang setia (soleh/solehah), 2. Anak-anak yang berbakti, 3.Lingkungan sosial yang sihat (biah solehah) , dan 4. Dekat rezekinya (murah rezeki).”

Selain daripada empat ciri di atas apakah ciri-ciri lain yang boleh menyumbang kepada keluarga sakinah mawaddah wa rahmah? Terdapat empat ciri iaitu :

1. Memiliki kecenderungan kepada agama,

2. Yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda,

3. Sederhana dalam belanja,

4. Berlemah lembut dalam bergaul.

5. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling memgharapkan, seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q/2:187).

Fungsi pakaian ada tiga, iaitu (a) menutup aurat, (b) melindungi diri dari panas dingin, dan (c) perhiasan.

Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari ubat atau membawa berjumpa doktor, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik jika saat keluar rumah isteri atau suami tampil menarik agar dilihat orang ramai. Sedangkan giliran ada dirumah suami atau isteri berpakaian seadanya, tidak menarik, sehingga pasangannya tidak menaruh simpati sedikitpun padanya. Suami isteri saling menjaga penampilan pada masing-masing pasangannya.

6. Suami isteri perlulah bergaul sesama mereka dengan pergaulan yang makruf.

Firman Allah SWT maksudnya : "Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) kerana boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.

7. Suami isteri secara tulus menjalankan masing-masing kewajibannya dengan didasari keyakinan bahwa menjalankan kewajiban itu merupakan perintah Allah SWT yang dalam menjalankannya harus tulus ikhlas. Suami menjaga hak isteri dan isteri menjaga hak-hak suami. Dari sini muncul saling menghargai, mempercayai, setia dan keduanya terjalin kerjasama untuk mencapai kebaikan didunia ini sebanyak-banyaknya melalui ikatan rumah tangga.

Suami menunaikan kewajiabannya sebagai suami kerana mengharap redha Allah. Dengan menjalankan kewajiban inilah suami berharap agar amalnya menjadi berpahala disisi Allah SWT. Sedangkan isteri, menunaikan kewajiban sebagai isteri seperti melayani suami, mendidik anak-anak, dan lain sebagainya juga berniat semata-mata kerana Allah SWT. Kewajiban yang dilakukannya itu diyakini sebagai perinta Allah, tidak memandang kerana cintanya kepada suami semata, tetapi di balik itu dia niat agar mendapatkan pahala di sisi Allah melalui pengorbanan dia dengan menjalankan kewajibannya sebagai isteri.

8. Semua anggota keluarganya seperti anak-anaknya, isrti dan suaminya beriman dan bertaqwa kepada Allah dan rasul-Nya (shaleh-shalehah). Artinya hukum-hukum Allah dan agama Allah terimplementasi dalam pergaulan rumah tangganya.

9. Rezekinya selalu bersih dari yang diharamkan Allah SWT. Penghasilan suami sebagai tonggak berdirinya keluarga itu selalu menjaga rezeki yang halal. Suami menjaga agar anak dan isterinya tidak berpakaian, makan, bertempat tinggal, memakai kendaraan, dan semua pemenuhan keperluan dari harta haram. Dia berjuang untuk mendapatkan rezeki yang halal saja.

10. Anggota keluarga selalu redha terhadap anugrah Allah SWT yang diberikan kepada mereka. Jika diberi lebih mereka bersyukur dan berbagi dengan fakir miskin. Jika kekurangan mereka sabar dan terus berikhtiar. Mereka keluarga yang selalu berusaha untuk memperbaiki semua aspek kehidupan mereka dengan wajib menuntut ilmu-ilmu agama Allah SWT.

Bagaimana mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu?

Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya:

1. Pilih pasangan yang soleh atau solehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.

2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketakwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.

3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.

4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT

5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak isterinya, memberikan makanan dan minuman yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju redha Allah dan syurga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya daripada seksa api neraka.

6. Isteri berusaha menjalankan kewajibann ya sebagai isteri dengan dorongan ibadah dan berharap redha Allah semat-mataa. Seperti melayani suami, mendidik anak-anaknya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya.

7. Suami isteri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling memerlukan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling berlapang dada dan sentiasa berkomunikasi dengan baik.

8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.

9. Suami mengajak anak dan isterinya untuk solat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak isterinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik isterinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak isteri membaca al-Quran, berziarah kubur, menuntut ilmu bersama, bermusafir untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. dan lain-lainlagi.

10.Suami isteri selalu memohon kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Membaca zikir al-Mathurat setiap hari waktu pagi dan petang semuga diberikan Allah SWT keselamatan, kesihatan dan kebahagiaan .

11. Suami secara berkala mengajak isteri dan anaknya ziarah saudara mara dan melihat tempat-tempat bersejarah untuk melahirkan kecintaan kepada pejuang-pejuang Islam yang banyak berkorban dijalan Allah SWT.

12. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

Sahabat yang dikasihi,

Marilah sama-sama kita memperbaiki hubungan sesama kita di dalam keluarga. Suami, isteri dan anak-anak perlu sentiasa kasih mengasihi, bantu membantu dan saling bertolak ansur di dalam perkara yang berlainan pendapat atau pandangan. Masing-masing perlu menjaga adab-adab sopan dalam pergaulan di dalam keluarga supaya keluarga yang sedang di bina mendapar rahmat dan kasih sayang Allah SWT dan melahirkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Wallahu a'lam.

1 comment:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...